Enable JavaScript to visit this website.

Lebih dalam tentang pneumonia

Pneumonia merupakan infeksi utama penyebab kematian pada anak balita dan menyebabkan 1,3 juta kematian di tahun 2011. Sebagian besar kematian yang berkaitan dengan pneumonia terjadi pada masa 2 tahun kehidupan, hal ini menjelaskan pencegahan dan pengobatan pada bayi dan anak kurang dari 2 tahun sangatlah penting.

Sebuah kajian menunjukkan bahwa anak berisiko mengalami gejala sisa jangka panjang akibat pneumonia. Gejala sisa yang paling sering adalah berkurangnya ukuran paru-paru, selain itu juga kerusakan saluran pernapasan (bronkiektasis). Risiko gejala sisa ini lebih tinggi pada anak kurang dari 2 tahun dibandingkan anak usia 2-4 tahun. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa resiko tertinggi ada pada tahun pertama kehidupan, oleh karena kerusakan terhadap jaringan paru dan saluran udara di paru pada tahap awal perkembangan paru-paru bayi.

Penyebab penting pneumonia berat dan dapat dicegah oleh vaksin meliputi pneumokokus, virus influenza, dan Haemophilus influenzae type b. Kontribusi H.influenzae type b telah banyak menurun oleh karena penggunaan vaksin di banyak negara termasuk negara kita. Sehingga menempatkan kuman pneumokokus sebagai penyebab paling sering pneumonia berat yang sebenarnya dapat dicegah oleh vaksin. Penggunaan vaksin yang efektif terhadap kuman-kuman penyebab ini akan berpotensi menurunkan beratnya penyakit dan kematian akibat pneumonia.

Sumber: Walker CLF, Rudan I, Liu L, et al. Global burden of childhood pneumonia and diarrhoea. Lancet. 2013; 381: 1405-16

Share:
Anda meninggalkan situs cegahpneumokokus.com Pfizer Indonesia untuk menuju ke situs pihak ketiga. Pfizer tidak bertanggung jawab atas konten atau keamanan dari situs web pihak ketiga.